blog review website dan blog terbaru

Senin, 22 Desember 2014

macam-macam kompresor

Kompresor berfungsi buat membangkitkan/menghasilkan hawa
bertekanan dgn trick menghisap & memampatkan hawa tersebut
setelah itu disimpan di dalam tangki hawa kempa utk disuplai terhadap
pemakai (system pneumatik). Kompresor di lengkapi dgn tabung utk
menaruh hawa bertekanan, maka hawa sanggup mencapai jumlah
serta tekanan yg digunakan. Tabung hawa bertekanan terhadap kompresordilengkapi dgn katup pengaman, apabila tekanan udaranya melebihi
keputusan, sehingga katup pengaman dapat terbuka dengan cara automatis.
Pemilihan kategori kompresor yg dimanfaatkan tergantung dari syarat-syarat
penggunaan yg mesti dipenuhi misalnya dgn tekanan kerja serta volume
hawa yg dapat dimanfaatkan dalam sistim peralatan (katup & silinder
pneumatik). Dengan Cara garis gede kompresor sanggup diklasifikasikan sama seperti di
bawah ini.

1. Klasifi kasi Kompresor
Dengan Cara garis akbar kompresor bisa diklasifikasikan jadi dua sektor,
adalah Positive Displacement compressor, serta Dynamic compressor, (Turbo),
Positive Displacement compressor, terdiri dari Reciprocating serta Rotary,
sedangkan Dynamic compressor, (turbo) terdiri dari Centrifugal, axial &
ejector, dengan cara komplit akan dipandang dari klasifikasi dibawah ini :


1.1 Kompresor Torak Resiprokal (reciprocating compressor)
jual Kompresor angin ini dikenal pula dgn kompresor torak, sebab di lengkapi
dgn torak yg bekerja bolak-balik atau gerak resiprokal. Pemasukan
hawa diatur oleh katup masuk serta dihisap oleh torak yg gerakannya
menjauhi katup. Kepada kala berlangsung pengisapan, tekanan hawa di dalam
silinder mengecil, maka hawa luar bakal masuk ke dalam silinder dengan cara
alami. Terhadap ketika gerak kompresi torak bergerak ke titik mati bawah ke
titik mati atas, maka hawa diatas torak bertekanan tinggi, kemudian
di masukkan ke dalam tabung penyimpan hawa. Tabung daya simpan
di lengkapi bersama katup satu arah, maka hawa yg ada dalam tangki
tak bakal kembali ke silinder. Proses tersebut terjadi terus-menerus
sampai diperoleh tekanan hawa yg dimanfaatkan. Aktivitas mengisap serta
mengkompresi ke tabung penampung ini terjadi dengan cara tetap menerus,
terhadap rata rata jika tekanan dalam tabung udah melebihi kapasitas, sehingga
katup pengaman bakal terbuka, atau mesin penggerak dapat mati dengan cara
automatic.


1.2 Kompresor Torak Dua Tingkat System Pendingin Hawa
Kompresor hawa bertingkat difungsikan buat membuahkan tekanan
hawa yg lebih tinggi. Hawa masuk bakal dikompresi oleh torak mula-mula,
selanjutnya didinginkan, kemudian dimasukkan dalam silinder ke-2
utk dikompresi oleh torak ke-2 hingga terhadap tekanan yg diharapkan.
Pemampatan (pengompresian) hawa step ke-2 lebih gede, temperatur
hawa bakal naik selagi berlangsung kompresi, maka butuh mengalami proses
pendinginan bersama memasang system pendingin. Metode pendinginan
yg sering dimanfaatkan misalnya bersama system hawa atau bersama system
air bersirkulasi.

Batas tekanan maksimum utk tipe kompresor torak resiprokal antara
lain, buat kompresor satu tingkat tekanan sampai 4 bar, sedangkan dua
tingkat atau lebih tekanannya sampai 15 bar.


1.3 Kompresor Diafragma (diaphragma compressor)
Tipe Kompresor ini termasuk juga dalam group kompresor torak. Tapi
letak torak dipisahkan lewat satu buah membran diafragma. Hawa yg
masuk serta ke luar tak segera berhubungan bersama bagian-bagian yg
bergerak dengan cara resiprokal. Adanya pemisahan ruang ini hawa dapat lebih
terjaga serta bebas dari uap air serta pelumas/oli. Oleh dikarenakan itu kompresor
diafragma tidak sedikit difungsikan kepada industri bahan makanan, farmasi, obatobatan
& kimia.
Prinsip kerjanya nyaris sama bersama kompresor torak. perbedaannya
terdapat kepada system kompresi hawa yg bakal masuk ke dalam tangki
daya simpan hawa bertekanan. Torak terhadap kompresor diafragma nggak
dengan cara serentak menghisap serta menekan hawa, namun menggerakkan
satu buah membran (diafragma) lalu. Dari aktivitas diafragma yg kembang
kempis itulah yg dapat menghisap serta menekan hawa ke tabung
penyimpan.


1.4 Kompresor Putar (Rotary Compressor)
Kompresor Rotari Baling-baling Luncur
Dengan Cara eksentrik rotor dipasang berputar dalam rumah yg berbentuk
silindris, memiliki lubang-lubang masuk & ke luar. Keuntungan dari
kompresor kategori ini yaitu memiliki wujud yg pendek serta mungil,
maka menghemat tempat. Bahkan suaranya enggak berisik & halus
dalam, bakal menghantarkan & membuahkan hawa dengan cara konsisten menerus
dgn mantap. Baling-baling luncur dimasukkan ke dalam lubang yg
tergabung dalam rotor & lokasi bersama wujud dinding silindris. Dikala
rotor mulai sejak berputar, energi gaya sentrifugal baling-balingnya dapat melawan
dinding. Sebab wujud dari rumah baling-baling itu sendiri yg tak sepusat
bersama rotornya sehingga ukuran ruang sanggup diperbesar atau diperkecil
menurut arah masuknya (mengalirnya) hawa.

1.5 Kompresor Sekrup (Screw)
Kompresor Sekrup mempunyai dua rotor yg saling berpasangan atau
bertautan (engage), yg satu memiliki wujud cekung, sedangkan
yang lain berbentuk cembung, maka sanggup memindahkan hawa dengan cara
aksial ke segi yang lain. Ke-2 rotor itu identik bersama sepasang roda gigi
helix yg saling bertautan. Apabila roda-roda gigi tersebut berbentuk lurus,
sehingga kompresor ini mampu dimanfaatkan juga sebagai pompa hidrolik terhadap pesawatpesawat
hidrolik. Roda-roda gigi kompresor sekrup mesti diletakkan kepada
rumah-rumah roda gigi bersama benar maka betul-betul bisa menghisap
& menekan fluida.





1.6 Kompresor Root Blower (Sayap Kupu-kupu)
Kompresor kategori ini dapat mengisap hawa luar dari satu segi ke sudut yg
lain tidak dengan ada perubahan volume. Torak menciptakan penguncian kepada bidang
segi yg bertekanan. Prinsip kompresor ini nyata-nyatanya sanggup disamakan dgn
pompa pelumas model kupu-kupu kepada suatu motor bakar. Sekian Banyak
kelemahannya merupakan : tingkat kebocoran yg tinggi. Kebocoran berjalan
lantaran antara baling-baling & rumahnya enggak bisa saling rapat betul.
Tidak Serupa kalau di bandingkan dgn pompa pelumas kepada motor bakar,
dikarenakan fluidanya ialah minyak pelumas sehingga film-film minyak sendiri
udah jadi bahan perapat antara dinding rumah serta sayap-sayap kupu
itu. Dipandang dari konstruksinya, Sayap kupu-kupu di dalam rumah pompa
digerakan oleh sepasang roda gigi yg saling bertautan pula, maka
akan berputar pas terhadap dinding.


1.7 Kompresor Aliran (turbo compressor)
Kategori kompresor ini pas buat membuahkan volume hawa yg
agung. Kompresor aliran hawa ada yg dibuat bersama arah masuknya
hawa dengan cara aksial serta ada yg dengan cara radial. Arah aliran hawa akan
dirubah dalam satu roda turbin atau lebih utk membuahkan kecepatan
aliran hawa yg dipakai. Energi kinetik yg ditimbulkan jadi energi
wujud tekanan.

1.8 Kompresor Aliran Radial
Percepatan yg ditimbulkan oleh kompresor aliran radial berasal dari
tempat ke tempat berikutnya dengan cara radial. Kepada lubang masuk mula-mula
hawa dilemparkan ke luar menjauhi sumbu. Seandainya kompresornya bertingkat,
sehingga dari tingkat perdana hawa dapat dipantulkan kembali jelang sumbu.
Dari tingkat mula-mula masuk lagi ke tingkat berikutnya, hingga sekian banyak
tingkat pas yg dibutuhkan. Makin tidak sedikit tingkat dari susunan sudusudu
tersebut sehingga bakal makin tinggi tekanan hawa yg dihasilkan.
Prinsip kerja kompresor radial dapat mengisap hawa luar lewat sudu-sudu
rotor, hawa dapat terisap masuk ke dalam ruang isap dulu dikompresi
& bakal ditampung terhadap tangki daya simpan hawa bertekanan sampai
tekanannya serasi dgn kepentingan.


1.9 Kompresor Aliran Aksial
Terhadap kompresor aliran aksial, hawa dapat memperoleh percepatan
oleh sudu yg terdapat kepada rotor & arah alirannya ke arah aksial adalah
searah(sejajar) dgn sumbu rotor. Menjadi pengisapan serta penekanan
hawa berlangsung dikala rangkaian sudu-sudu kepada rotor itu berputar dengan cara serentak.
Putaran serta-merta ini penting dimanfaatkan buat mendapati aliran hawa yg
memiliki tekanan yg di inginkan. Teringat juga sarana semacam ini ialah
sebagaimana kompresor kepada system turbin gas atau mesin-mesin pesawat terbang
turbo propeller. Bedanya, seandainya kepada turbin gas yakni membuahkan mekanik
putar terhadap porosnya. Namun, kepada kompresor ini tenaga mekanik dari mesin
dapat memutar rotor maka dapat membuahkan hawa bertekanan.


2. Penggerak Kompresor
Penggerak kompresor berfungsi utk memutar kompresor, maka
kompresor bisa bekerja dengan cara optiomal. Penggerak kompresor yg sering
dipakai rata-rata berupa motor listrik & motor bakar sebagaimana image
Kompresor angin berdaya rendah memanfaatkan motor listrik dua phase atau
motor bensin. sedangkan kompresor berdaya agung memerlukan motor
listrik 3 phase atau mesin diesel. Pemakaian mesin bensin atau diesel
kebanyakan dipakai bilamana ruangan disekitarnya tdk terdapat aliran listrik
atau condong non stasioner. Kompresor yg dipakai di pabrik-pabrik
umumnya digerakkan oleh motor listrik lantaran kebanyakan terdapat instalasi
listrik serta condong stasionar (nggak berpindah-pindah).

macam-macam kompresor Rating: 4.5 Diposkan Oleh: muhamad junaedi

0 komentar:

Poskan Komentar